Obat Sakit Apa

Obat Sakit Kanker Carboplatin | Dosis - Efek Samping - Indikasi

Apakah bahan aktif Carboplatin?
Jawab:
Carboplatin

Apa bentuk sediaan Carboplatin?
Jawab:
Cairan injeksi dalam vial (450 mg/45 mL dan 150 mg/15 mL).

Bagaimana cara kerja Carboplatin?
Jawab: Menghambat pembelahan sel kanker dengan berikatan pada DNA (tempat menyimpan materi genetik)

Untuk kondisi apa Carboplatin bisa digunakan?
Jawab:
Untuk pengobatan kanker indung telur, kanker paru, kanker kepala leher, kanker kandung kemih, kanker leher rahim.

Bagaimana dosis dan pemberian Carboplatin?
Jawab:
Secara umum, carboplatin diberikan dengan dosis 400 mg/m2 pada pasien dengan fungsi ginjal baik. Carboplatin diberikan secara infus selama 15-60 menit. Konsentrasi carboplatin dalam darah sangat dipengaruhi oleh fungsi ginjal, maka dosis carboplatin dihitung dengan menggunakan formula Calvert. Untuk perhitungan dosis, dokter akan menyesuaikan dengan fungsi ginjal Anda.

Pada kondisi apa Carboplatin tidak boleh digunakan?
Jawab:
Alergi terhadap carboplatin dan obat lain yang mengandung platinum.
Gangguan ginjal berat.
Penekanan produksi sel-sel darah dalam sumsum tulang yang berat.
Tumor dengan perdarahan.
Hamil dan menyusui.

Bolehkah ibu hamil dan menyusui menggunakan Carboplatin?
Jawab:
Carboplatin tidak boleh digunakan oleh ibu hamil dan menyusui.

Bolehkah pasien yang memiliki riwayat alergi (selain Carboplatin), boleh mendapat Carboplatin?
Jawab:
Boleh diberikan Carboplatin, dengan catatan bukan obat yang termasuk golongan platinum. Konsultasikan dengan dokter Anda.

Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan selama penggunaan Carboplatin?
Jawab:
1.Pemeriksaan darah dilakukan sebelum Carboplatin diberikan, beberapa hari setelahnya, dan secara berkala.
2.Pemeriksaan saraf dan pendengaran perlu dilakukan secara berkala.
3.Informasikan obat-obatan penyerta yang mungkin digunakan kepada dokter, misalnya obat-obatan yang bersifat toksik pada ginjal atau pendengaran (antibiotik aminoglycoside, furosemide), obat untuk epilepsi (misalnya phenytoin), obat untuk mencegah pembentukan bekuan darah (misalnya warfarin).
4.Pasien dianjurkan untuk menggunakan kontrasepsi atau tidak hamil selama kemoterapi sampai sekitar 6 bulan setelahnya.
5.Setelah menggunakan toilet, dudukan toilet ditutup dan disiram sebanyak 2 kali pada saat diberikan Carboplatin dan sampai 48 jam setelah kemoterapi pada setiap siklus pemberian. Pasien pria dianjurkan buang air kecil dengan cara duduk dalam periode waktu tersebut.

Pada kondisi seperti apa pasien harus segera menghubungi dokter?
Jawab:
Segera ke dokter jika mengalami demam, lemah, infeksi rongga mulut (karena kemungkinan penurunan jumlah sel darah putih yang terlalu rendah), perdarahan, lebam, mual-muntah hebat, kesemutan dan rasa tebal di tangan dan kaki yang dimulai dari ujung-ujung jari.
Pasien dan keluarga harus segera menghubungi tenaga medis jika mengalami nyeri, kemerahan, pembengkakan pada lokasi injeksi atau infus macet saat pemberian Carboplatin di rumah sakit.

REF :
http://www.kalbemed.com/Products/Drugs/GenericPatient/tabid/1106/articleType/ArticleView/articleId/21697/Carboplatin.aspx

IBUPROFEN OBAT APA | DOSIS - EFEK SAMPING - INDIKASI

Apa itu ibuprofen Bagaimana cara kerjanya (mekanisme tindakan)?
Ibuprofen termasuk dalam golongan obat yang disebut obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID). Anggota lain dari kelas ini meliputi aspirin, naproxen (Aleve), indometasin (Indocin), nabumetone (Relafen) dan beberapa lainnya. Obat ini digunakan untuk penanganan nyeri ringan ringan, demam, dan pembengkakan. Rasa sakit, demam, dan pembengkakan dipromosikan oleh pelepasan zat kimia yang disebut prostaglandin. Ibuprofen menghambat enzim yang membuat prostaglandin (siklooksigenase), yang mengakibatkan kadar prostaglandin lebih rendah. Akibatnya, peradangan, rasa sakit dan demam berkurang. FDA menyetujui ibuprofen pada tahun 1974.

Apa efek samping ibuprofen?
Efek samping yang paling umum dari ibuprofen adalah:
ruam,
dering di telinga,
sakit kepala,
pusing,
kantuk,
sakit perut,
mual,
diare,
sembelit, dan
mulas.

NSAID mengurangi kemampuan darah untuk menggumpal dan karena itu meningkatkan perdarahan setelah cedera.

Ibuprofen dapat menyebabkan ulserasi pada lambung atau usus, dan bisul bisa berdarah. Terkadang, ulserasi bisa terjadi tanpa sakit perut; dan karena perdarahan, satu-satunya tanda atau gejala maag mungkin hitam, tinja, kelemahan, dan pusing saat berdiri (hipotensi ortostatik).

Terkadang, ulserasi bisa terjadi tanpa sakit perut, karena pendarahan, dan satu-satunya tanda atau gejala tukak adalah:
hitam, kotoran berlendir,
kelemahan, dan
pusing saat berdiri (hipotensi ortostatik)
NSAID mengurangi aliran darah ke ginjal dan mengganggu fungsi ginjal. Kelainan ini kemungkinan besar terjadi pada pasien yang sudah memiliki gangguan fungsi ginjal atau gagal jantung kongestif, dan penggunaan NSAID pada pasien ini harus berhati-hati.

Orang yang alergi terhadap NSAID lainnya, termasuk aspirin, sebaiknya tidak menggunakan ibuprofen. Individu dengan asma lebih mungkin mengalami reaksi alergi terhadap ibuprofen dan NSAID lainnya.

Efek samping serius lainnya yang terkait dengan NSAID adalah:
retensi cairan (edema),
bekuan darah,
serangan jantung,
hipertensi (tekanan darah tinggi), dan
gagal jantung.
NSAID (kecuali aspirin dosis rendah) dapat meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, dan kondisi berbahaya yang berpotensi fatal pada orang dengan atau tanpa penyakit jantung atau faktor risiko penyakit jantung. Peningkatan risiko serangan jantung atau stroke dapat terjadi pada awal minggu pertama penggunaan dan risikonya dapat meningkat dengan penggunaan yang lebih lama dan lebih tinggi pada pasien yang memiliki faktor risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Oleh karena itu, NSAID tidak boleh digunakan untuk pengobatan nyeri akibat operasi bypass graft bypass koroner (CABG).

Berapa dosis ibuprofen?
- Untuk nyeri ringan, nyeri ringan sampai sedang, kram menstruasi, dan demam, dosis dewasa biasa adalah 200 atau 400 mg setiap 4 sampai 6 jam.
- Arthritis diobati dengan 300 sampai 800 mg 3 atau 4 kali sehari.
- Bila di bawah perawatan dokter, dosis maksimum ibuprofen adalah 3,2 g setiap hari. Jika tidak, dosis maksimum adalah 1,2 g setiap hari.
- Individu tidak boleh menggunakan ibuprofen lebih dari 10 hari untuk pengobatan nyeri atau lebih dari 3 hari untuk pengobatan demam kecuali jika diarahkan oleh dokter.
- Anak-anak usia 6 bulan sampai 12 tahun biasanya diberikan 5-10 mg / kg ibuprofen setiap 6-8 jam untuk pengobatan demam dan nyeri. Dosis maksimum adalah 40 mg / kg sehari.
- Artritis Juvenile diobati dengan dosis 20 sampai 40 mg / kg / hari dalam 3-4 dosis terbagi.
- Ibuprofen harus diminum dengan makanan untuk mencegah sakit perut.

Obat atau suplemen mana yang berinteraksi dengan ibuprofen?

Ibuprofen dikaitkan dengan beberapa interaksi yang diduga atau kemungkinan yang dapat mempengaruhi tindakan obat lain.
Ibuprofen dapat meningkatkan kadar litium dalam darah (Eskalith, Lithobid) dengan mengurangi ekskresi lithium oleh ginjal. Peningkatan kadar litium dapat menyebabkan toksisitas litium.
Ibuprofen dapat mengurangi efek penurun tekanan darah dari obat-obatan yang diberikan untuk mengurangi tekanan darah. Hal ini bisa terjadi karena prostaglandin berperan dalam regulasi tekanan darah.
Bila ibuprofen digunakan dalam kombinasi dengan metotreksat (Rheumatrex, Trexall) atau aminoglikosida (misalnya gentamisin), kadar metotreksat atau aminoglikosida darah dapat meningkat, mungkin karena eliminasi dari tubuh berkurang. Hal ini dapat menyebabkan efek samping yang lebih banyak methotrexate atau aminoglikosida.
Ibuprofen meningkatkan efek negatif siklosporin pada fungsi ginjal.
Individu yang memakai pengencer darah oral atau antikoagulan, misalnya, warfarin (Coumadin), harus menghindari ibuprofen karena ibuprofen juga menipiskan darah, dan penipisan darah yang berlebihan dapat menyebabkan perdarahan.
Jika aspirin dikonsumsi dengan ibuprofen, mungkin ada peningkatan risiko terjadinya tukak.
Orang yang memiliki lebih dari tiga minuman beralkohol per hari mungkin berisiko tinggi terkena sakit maag saat menggunakan ibuprofen atau NSAID lainnya.
Menggabungkan SSRI atau inhibitor reuptake selektif serotonin (misalnya, fluoxetine [Prozac], citalopram [Celexa], paroxetine [Paxil, Paxil CR, Pexeva) dengan NSAID dapat meningkatkan kemungkinan perdarahan gastrointestinal bagian atas.

Apakah ibuprofen aman dikonsumsi jika saya hamil atau menyusui?
Tidak ada penelitian ibuprofen yang memadai pada wanita hamil. Karena itu, ibuprofen tidak dianjurkan selama kehamilan. Ibuprofen harus dihindari pada kehamilan lanjut karena risiko penutupan duktus arteriosus dini di jantung janin. Ibuprofen diekskresikan dalam ASI tapi American Academy of Pediatrics menyatakan bahwa ibuprofen kompatibel dengan menyusui.


Apa nama merek yang tersedia untuk ibuprofen?
Advil
Pediatric Advil
Advil / Motrin
Medipren
Motrin
Nuprin
Demam PediaCare
Kaldolor
Duexis
IBU-Tab
Banyak lainnya

Apa lagi yang harus saya ketahui tentang ibuprofen?
Ibuprofen tersedia dalam bentuk:
Tablet: 100, 200, 400, 600, dan 800 mg;
Tablet kunyah: 50 dan 100 mg;
Suspensi: 100 mg / 5 ml dan 40 mg / ml

Bagaimana saya harus menjaga ibuprofen disimpan?
Ibuprofen harus disimpan pada suhu kamar, antara 15 C sampai 30 C (59 F sampai 86 F).

NEURODIAL OBAT APA | DOSIS - EFEK SAMPING - INDIKASI - KIMIA FARMA

Deskripsi
Methampyron adalah analgesik yang manjur dan cepat, langsung diserap dari GI dengan waktu paruh 1-4 jam.
Diazepam adalah anti kecemasan (obat penenang ringan), obat penenang, obat relaksasi, obat anti kejang dan obat amnestic Diazepam dimetabolisme di hati dan diikat dengan reseptor di sumsum tulang belakang, otak kecil , sistem limbik dan korteks serebral.

Ini memiliki aktivitas anxiolytic dan hypnotic. Konsentrasi plasma puncak adalah 15

Komposisi
Setiap kaplet berisi: Methampyrone

Indikasi
Meringankan rasa sakit ringan dan parah, terutama kolik atau kejang dan nyeri pegal setelah operasi yang membutuhkan kombinasi traquilizer

ACYCLOVIR OBAT APA | DOSIS - EFEK SAMPING - INDIKASI

Tipe Produk : GENERIK
Kelas Produk : Anti Infectives
Kategori Produk : Antivirals

Farmakologi
Acyclovir adalah zat antivirus yang sangat aktif secara in vitro melawan virus herpes simpleks (HSV) tipe I dan II, serta virus varisela zoster. Setelah masuk ke dalam sel terinfeksi, Acyclovir terfosforilasi membentuk senyawa aktif Acyclovir trifosfate. Tahap awal proses tergantung pada enzim viral-coded thymidine kinase. Acyclovir trifosfate berperan sebagai inhibitor dan sebagai substrat palsu untuk herpes-specified DNA polymerase yang mencegah sintesis DNA virus tanpa mempengaruhi proses sel normal.

Indikasi
Pengobatan infeksi yang disebabkan oleh herpes simpleks pada kulit dan membran mukosa, termasuk herpes genital awal dan kambuhan, pencegahan infeksi herpes simpleks pada pasien immuno-compromised. Pengobatan infeksi herpes zoster.

Kontra Indikasi
Pasien yang hipersensitif terhadap Acyclovir.

Dosis
Dewasa
Pengobatan infeksi herpes simpleks : 200 mg, 5 kali sehari dengan interval 4 jam, selama 5 hari, tetapi pada beberapa infeksi awal pengobatan dapat diperpanjang. Pada pasien immuno-compromised (misal : setelah transplantasi sumsum) atau pasien dengan gangguan absorpsi usus, dosis dapat ditingkatkan menjadi 400 mg. Pemberian obat harus diberikan sesegera mungkin setelah terjadinya infeksi.
Pencegahan herpes simpleks : 200 mg, 4 kali sehari dengan interval 6 jam. Pada beberapa pasien immuno-compromised (misal : setelah transplantasi sumsum) atau pasien gangguan absorpsi usus, dosis dapat ditingkatkan menjadi 400 mg. (lama pemberian disesuaikan dengan periode resiko dihapus saja, gak jelas artinya)
Pengobatan herpes zoster : 800 mg, 5 kali sehari dengan interval 4 jam, selama 7 hari.

Anak-anak
Anak-anak usia lebih dari 2 tahun : sama dengan dosis dewasa
Anak-anak usia kurang dari 2 tahun : diberikan setengah dosis dewasa untuk pengobatan herpes simpleks dan profilaksis herpes simpleks.

Efek Samping
Gatal-gatal / ruam kulit
Gangguan gastrointestinal, termasuk : mual, muntah, diare, dan nyeri abdominal.
Peningkatan sementara enzim-enzim yang berhubungan dengan bilirubin dan hati, sedikit peningkatan urea dan kreatinin darah; sakit kepala, reaksi neurologis dan fatigue.

Peringatan & Perhatian
Acyclovir pada wanita hamil hanya diberikan apabila pertimbangan manfaat lebih besar daripada risiko yang mungkin timbul.
Hati-hati pemberian pada wanita yang sedang menyusui.
Jangan diberikan melebihi dosis, frekuensi penggunaan, dan lamanya pengobatan yang dianjurkan.

Interaksi Obat
Probenecid meningkatkan t ½ obat dan AUC plasma.

Kemasan & No. Reg
Acyclovir 200 mg tablet (1 box berisi 5 strip @ 10 tablet), No. Reg. : GKL0108504810A1.
Acyclovir 400 mg tablet (1 box berisi 5 strip @ 10 tablet), No. Reg. : GKL0108504810B1.

Lain - Lain
Penyimpanan:
Simpan di tempat kering pada suhu 15o – 30o C, terlindung dari cahaya.

CIPROFLOXACIN OBAT APA | DOSIS - EFEK SAMPING - INDIKASI

Tipe Produk : GENERIK
Kelas Produk : Antibiotics
Kategori Produk : Quinolones

Indikasi
Untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang sensitif terhadap Ciprofloxacin seperti :
- Infeksi saluran kemih termasuk prostatitis
- Uretritis dan servisitis gonorrhea
- Infeksi saluran cerna, termasuk demam tifoid yang disebabkan oleh S. thypi
- Infeksi saluran nafas, kecuali pneumonia akibat Streptococcus
- Infeksi kulit dan jaringan lunak
- Infeksi tulang dan sendi.

Kontra Indikasi
- Penderita yang hipersensitif terhadap Ciprofloxacin atau antibiotika derivat quinolone lainnya.
- Wanita hamil dan menyusui.
- Anak-anak dibawah usia 18 tahun.

Dosis
Dosis Oral
- Infeksi ringan / sedang saluran kemih : 2 x 250 mg sehari.
- Infeksi berat saluran kemih : 2 x 500 mg sehari. - Infeksi ringan / sedang saluran nafas, tulang, sendi, kulit, jaringan lunak : 2 x 250 - 500 mg sehari.
- Infeksi berat saluran nafas, tulang, sendi, kulit, jaringan lunak : 2 x 500 – 750 mg sehari.
- Prostatitis kronis : 2 x 500 mg. - Infeksi saluran cerna : 2 x 500 mg sehari.
- Gonorrhoea akut : 250 mg dosis tunggal.
- Osteomielitis akut : dosis tidak kurang dari 2 x 750 mg sehari. Lama pengobatan tergantung beratnya infeksi, kemajuan klinis dan bakteriologis. Untuk infeksi akut, - lama pengobatan biasanya 5 – 10 hari. Pada umumnya pengobatan harus diteruskan sampai minimal 3 hari setelah gejala klinis hilang.
- Dosis pada penggunaan fungsi ginjal : Bila bersihan kreatinin kurang dari 20 ml/menit, maka dosis normal hanya diberikan 1 kali sehari atau jika diberikan 2 kali sehari, dosis harus dikurangi separuhnya.

Dosis Infus
- Ciprofloxacin infus harus diberikan secara infus intravena lambat dalam waktu lebih dari 60 menit.
- Infeksi ginjal tanpa komplikasi dan infeksi saluran kemih bagian atas dan bawah : 2 x 100 mg sehari.
- Infeksi lain : 2 x 200 mg sehari.
- Gonorrhea akut dan sistitis akut tanpa komplikasi pada wanita : infus tunggal 100 mg.
- Larutan infus dapat diberikan baik secara langsung atau setelah dicampur dengan larutan infus lain. Larutan infus ciprofloxacin cocok dengan larutan natrium klorida 0,9%, dextrose 5%, air steril untuk injeksi, dextrose 10%, dextrose 5% dan natrium klorida 0,225%, dextrose 5% dan sodium klorida 0,45%, ringer laktat. Larutan infus - ciprofloxacin tidak cocok dengan larutan asam amino dan sodium bikarbonat.

Peringatan & Perhatian
Ciprofloxacin tablet
- Ciprofloxacin tablet harus ditelan dengan air secukupnya untuk mencegah kristaluria.
- Ciprofloxacin harus diberikan dengan hati-hati pada penderita usia lanjut, pasien epilepsi dan pasien yang pernah mengalami gangguan susunan syaraf pusat.
- Hindarkan penderita dari matahari yang berlebihan. Bila terjadi fototoksisitas pengobatan harus segera dihentikan.

Ciprofloxacin infus
Hati-hati pemberian Ciprofloxacin infus pada:
Pasien gangguan ginjal
Pasien yang diketahui atau diduga mempunyai gangguan SSP
Pasien yang mempunyai faktor risiko lain untuk terjadinya kejang atau menurunkan nilai ambang kejang.
Reaksi hipersensitivitas (anafilaksis) pernah dilaporkan. Bila timbul ruam kulit atau reaksi hipersensitif lainnya, penggunaan harus dihentikan.
- Kolitis pseudomembranosa pernah dilaporkan.
- Dapat terjadi pusing dan sakit kepala
- Jika terjadi neuropati perifer, hentikan pengobatan.
- Adanya kemungkinan peningkatan efek samping yang melibatkan sendi dan sekitarnya pada pasien anak (< 18 tahun). Kemasan & No. Reg
• Ciprofloxacin 250 mg tablet (1 box berisi 5 strip @ 10 tablet), No. Reg. : GKL0208505117A1.
• Ciprofloxacin 500 mg tablet (1 box berisi 5 strip @ 10 tablet), No. Reg. : GKL0208505117B1.
• Ciprofloxacin 200 mg / 100 mL infus (1 box berisi 1 vial 100 mL), No. Reg. : GKL0808515349A1.

Lain - Lain
Penyimpanan:
Simpan pada suhu di bawah 30°C.

CEFTRIAXONE OBAT APA | DOSIS - EFEK SAMPING - INDIKASI

Tipe Produk : GENERIK
Kelas Produk : Antibiotics
Kategori Produk : Cephalosporins

Indikasi
Infeksi-infeksi yang disebabkan oleh patogen yang sensitif terhadap Ceftriaxone, seperti: infeksi saluran nafas, infeksi THT, infeksi saluran kemih, sepsis, meningitis, infeksi tulang, sendi dan jaringan lunak, infeksi intra abdominal, infeksi genital (termasuk gonore), profilaksis perioperatif, dan infeksi pada pasien dengan gangguan pertahanan tubuh.

Kontra Indikasi
Hipersensitif terhadap cephalosporin dan penicillin (sebagai reaksi alergi silang).

Dosis
Dewasa dan anak > 12 tahun dan anak BB > 50 kg : 1 - 2 gram satu kali sehari. Pada infeksi berat yang disebabkan organisme yang moderat sensitif, dosis dapat dinaikkan sampai 4 gram satu kali sehari.
Bayi 14 hari : 20 - 50 mg/kg BB tidak boleh lebih dari 50 mg/kg BB, satu kali sehari.
Bayi 15 hari -12 tahun : 20 - 80 mg/kg BB, satu kali sehari. Dosis intravena > 50 mg/kg BB harus diberikan melalui infus paling sedikit 30 menit.

Lamanya pengobatan
Lamanya pengobatan berbeda-beda tergantung dari penyebab penyakit seperti pengobatan dengan antibiotik pada umumnya, pemberian obat harus diteruskan paling sedikit sampai 48 - 72 jam, setelah penderita bebas panas atau pembasmian kuman tercapai dengan nyata.

Instruksi dosis khusus

Meningitis : Bayi dan anak-anak : pengobatan dimulai dengan dosis 100 mg/kg BB, (jangan melebihi 4 gram) sekali sehari. Segera setelah organisme penyebab telah diketahui dan sensitivitas ditentukan, dosis dapat diturunkan.

Lama pengobatan :
Neisseria meningitidis 4 hari.
Haemophilus influenzae 6 hari
Streptococcus pneumoniae 7 hari
N. gonorrhoeae (strain penghasil penisilinase dan bukan penghasil penisilinase) dosis tunggal 250 mg intramuskular.
Pencegahan perioperatif : Tergantung dari resiko infeksi : 1 - 2 gram dosis tunggal diberikan 30 - 90 menit sebelum operasi.
Gangguan fungsi ginjal dan fungsi hati : Pada kasus payah ginjal preterminal (bersihan kreatinin < 10 mL/menit), dosis tidak boleh melampaui 2 gram sehari. Tidak perlu pengurangan dosis selama fungsi salah satu ginjal atau hati masih baik. Peringatan & Perhatian Pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal dan hati yang berat, kadar plasma obat perlu dipantau. - Sebaiknya tidak digunakan pada wanita hamil (khususnya trimester I). Tidak boleh diberikan pada neonatus (terutama prematur) yang mempunyai resiko pembentukan ensephalopati bilirubin. Pada penggunaan jangka waktu lama, profil darah harus dicek secara teratur. Interaksi Obat
Kombinasi dengan aminoglikosid dapat menghasilkan efek aditif atau sinergis, khususnya pada infeksi berat yang disebabkan oleh P.aeruginosa & Streptococcus faecalis.

Kemasan & No. Reg
Ceftriaxone 1 gram injeksi ( 1 box berisi 2 vial serbuk injeksi @ 10 mL), No. Reg. : GKL0208505344A1.

Lain - Lain
Penyimpanan:
Simpan pada suhu < 25oC, lindungi dari cahaya. Obat yang sudah dilarutkan sebaiknya digunakan segera. Larutan ini boleh disimpan maksimum 8 jam pada suhu < 25°C atau 7 hari di dalam lemari es.

Kelebihan Ceftriaxone :
Spektrum aktivitas anti bakteri nya luas, mencakup bakteri gram negatif dan gram positif dengan masa kerja yang panjang dimana efek bakterisidal (membunuh bakteri) dapat bertahan selama 24 jam. Ceftriaxone cepat berdifusi ke dalam jaringan dan cairan tubuh. Ceftriaxone dapat menembus sawar darah otak sehingga dapat dicapai kadar obat yang cukup tinggi dalam cairan serebrospinal.

CEFTAZIDIME OBAT APA | DOSIS - EFEK SAMPING - INDIKASI

Tipe Produk : GENERIK
Kelas Produk : Antibiotics
Kategori Produk : Cephalosporins

Indikasi
Untuk infeksi-infeksi berat sebagai berikut : Infeksi-infeksi yang disebabkan oleh organisme yang peka terhadap Ceftazidime : Septikaemia, bakteriemia, meningitis, pneumonia, bronkopneumonia, pleuritis, empiema, abses paru, pielonefritis akut dan kronik, pielitis, prostatitis, kolesistitis, kolangitis, peritonitis, abses intra abdominal, penyakit inflamasi panggul, osteomielitis, osteitis, artritis septik, abses ginjal, selulitis, infeksi luka bakar.

Dosis
Dewasa : 1- 6 gram/hari, dalam 2 – 3 dosis terbagi.
Bayi > 2 bulan dan anak-anak : 30 – 100 mg/kg BB/hari, dalam 2 – 3 dosis terbagi. Neonatus dan bayi < 2 bulan : 25 – 60 mg/kg BB/hari, dalam 2 dosis terbagi. Besarnya dosis dapat disesuaikan dengan jenis infeksi, derajat infeksi, usia, berat badan, dan fungsi ginjal dari penderita. Pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal, dosis dapat disesuaikan dengan cara menurunkan dosis dan atau dengan memperpanjang interval pemberian obat. Peringatan & Perhatian
Jika reaksi alergi terhadap Ceftazidime, obat harus dihentikan. Pemberian pada wanita hamil dan menyusui harus mempertimbangkan rasio manfaat dan resiko.
Penggunaan dosis tinggi harus diberikan dengan hati-hati pada penderita yang mendapat pengobatan bersama-sama dengan obat nefrotoksik (aminoglikosida), diuretik kuat karena dapat mempengaruhi fungsi renal.

Kemasan & No. Reg
Ceftazidime 1 gram injeksi ( 1 box berisi 2 vial serbuk injeksi @ 10 mL), No. Reg. : GKL0208505244A1.

Lain - Lain
Penyimpanan:
Simpan pada suhu < 25oC, lindungi dari cahaya. Obat yang sudah dilarutkan sebaiknya digunakan segera. Larutan ini boleh disimpan maksimum 8 jam pada suhu < 25oC atau 7 hari di dalam lemari es.

Kelebihan Ceftazidime :
Ceftazidime aktif terhadap bakteri gram negatif (termasuk Pseudomonas aeruginosa), gram positif (termasuk Staphylococcus aureus), dan anaerob (Peptococcus sp., Peptostreptococcus sp., Propionibacterium sp., Clostridium sp.).